Ada banyak sekali distro Linux yang bisa kita pakai. Masalahnya adalah distro apa yang paling cocok ? Apa iya kita harus mencoba satu persatu ? Benarkah sebuah distro tertentu hanya cocok dipakai untuk server sementara distro lainnya cocok untuk fungsi yang lain ?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, perlu kita sepakati dulu sebenarnya pengertian distro Linux itu sendiri apa sih ?
Distribusi Linux atau yang lebih dikenal dengan sebutan distro ini adalah kernel Linux yang dibundel (dipaketkan) dengan software-software lain (biasanya software open source juga) membentuk satu kesatuan. Kernel Linux adalah jantungnya sistem operasi Linux. Tanpa itu Linux tidak akan bisa berguna sama sekali. Sebenarnya istilah Linux dipakai untuk menyebut kernel itu sendiri.
Kita bisa mendapatkan sebuah distro dalam 1 CD atau beberapa CD. Distro yang cukup populer antara lain Slackware, Debian, RedHat Enterprise Linux, Fedora, Mandriva, Ubuntu, OpenSuSE, dan masih banyak lagi yang lain. Banyak juga yang menyediakan CD Live yang memungkinkan kita menjalankan Linux melalui CD tanpa harus menginstallnya terlebih dahulu.
Ada beberapa hal yang bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih distro Linux :
Spesifikasi Komputer
Sebelum menginstall Linux perlu dicek terlebih dahulu seperti apa spesifikasi komputer yang dimiliki. Apakah komputer yang kita miliki tergolong komputer tua (tipe 286 atau 486 misalnya) atau komputer yang sudah canggih (generasi Pentium 4 ke atas).
Memang benar bahwa Linux bisa diinstall di sembarang tipe komputer bahkan komputer tua sekalipun dengan catatan yang menginstall adalah orang yang memang sudah mahir dan yang diinstall pun hanya software-software tertentu saja (bukan GUI-nya).
Jika Anda berkeinginan untuk memasang GUI di Linux sebaiknya komputer yang dipakai adalah komputer generasi Pentium 3 ke atas dengan memori yang cukup memadai. Jika tidak siap-siap saja komputer Anda akan ngos-ngosan untuk menjalankan Linux.
Namun demikian jika komputer yang Anda miliki spesifikasinya pas-pasan dan Anda tetap ingin memasang GUI Linux didalamnya, Anda pun masih bisa melakukannya. Tentu saja dalam hal ini pemilihan distro yang tepat pegang peranan yang cukup penting.
Kebutuhan software
Software-software yang diinstall di komputer sebaiknya dipilih yang benar-benar dibutuhkan saja. Tidak perlu menginstall seluruh software di distro yang Anda pilih. Tentukan dulu kegunaan komputer yang diinstall Linux tersebut. Apakah mau dipakai untuk server, untuk desktop, atau hanya untuk main games saja.
Dukungan teknis
Yang tidak kalah pentingnya adalah ketersediaan support. Pilihlah distro Linux yang komunitas pendukungnya cukup besar. Ini penting sekali. Jika sistem Anda mengalami masalah, Anda bisa cepat mengatasi dengan bantuan komunitas ini, entah itu melalui forum diskusi di Internet, mailing list atau lainnya.
Anda bisa mengecek fitur-fitur yang disediakan oleh berbagai distro di situs www.distrowatch.com.
Artikel menarik lainnya..
Friday, September 21, 2007
Seperti Apa GUI di Linux
Pada sistem operasi Linux maupun Unix ada tiga konsep yang berkaitan dengan Graphical User Interface (GUI). Ketiga konsep tersebut adalah X Window System, Window Manager dan Desktop Environment.
Seperti halnya Unix dan MS DOS, Linux adalah sistem operasi yang berbasis teks. Namun demikian kita bisa menjalankan GUI di atas sistem operasi Linux tersebut. X-Window memungkinkan kita untuk menjalankan aplikasi berbasis grafis di Linux.
X Window System atau X11 adalah fasilitas graphical user interface pada UNIX, termasuk juga Linux, yang memiliki sifat transparan terhadap jaringan. X-Window ini pada awalnya dikembangkan oleh Massachusetts Institute of Technology, dan dikeluarkan pertama kali pada tahun 1984.
Prinsip kerja X Window System menggunakan model komunikasi client-server. Dalam terminologi client-server ini, terminal user berperan sebagai "server", sedangkan program aplikasi berperan sebagai "client".
Komunikasi antara program "server" dan "client" bersifat transparan terhadap jaringan. Artinya kedua program tersebut bisa berada dalam satu mesin komputer namun bisa juga terpisah dalam suatu jaringan.
X Server adalah program yang bertugas untuk menangani cara menggambar window pada berbagai jenis hardware display. Program ini juga bertugas menangani input pengguna yang berasal dari pointing device (misalnya mouse) dan keybord
X Client adalah program aplikasi yang berjalan di atas X Server untuk melakukan tugas tertentu, misalnya OpenOffice, GIMP, dan sebagainya. Program-program ini tidak perlu tahu detail bagaimana menggambar sebuah garis di atas layar, tetapi hanya meminta X Server untuk melakukannya.
Oleh karena itulah pembuat program X Client tidak harus dipusingkan dengan detail pengaksesan hardware, dan pembuat program X Server tidak perlu menangani detail suatu aplikasi.
Jika Anda menggunakan X Window pada satu komputer maka konsep client-server ini tidak akan Anda rasakan. Lain halnya jika Anda berada dalam suatu jaringan komputer, maka program X Client tidak harus berada pada komputer Anda, melainkan dapat berada di komputer lain.
Window Manager adalah program X Client yang berfungsi untuk mengatur tampilan window aplikasi berbasis GUI, yang meliputi penempatan, bingkai, dan dekorasi. Contoh Window Manager yang populer yaitu Enlightenment yang dipakai di GNOME.
Istilah Desktop Environment mengacu kepada konsep Graphical User Interface (GUI). Desktop Environment ini menyediakan fitur-fitur seperti icons, windows, toolbar, folder, wallpaper serta kemampuan drag and drop.
Desktop Environment pada umumnya terdiri dari sebuah Window Manager, File Manager, sejumlah themes, dan program-program untuk mengatur desktop. Ada dua Desktop Environment yang sangat populer, yaitu KDE dan GNOME.
Artikel menarik lainnya...
Seperti halnya Unix dan MS DOS, Linux adalah sistem operasi yang berbasis teks. Namun demikian kita bisa menjalankan GUI di atas sistem operasi Linux tersebut. X-Window memungkinkan kita untuk menjalankan aplikasi berbasis grafis di Linux.
X Window System atau X11 adalah fasilitas graphical user interface pada UNIX, termasuk juga Linux, yang memiliki sifat transparan terhadap jaringan. X-Window ini pada awalnya dikembangkan oleh Massachusetts Institute of Technology, dan dikeluarkan pertama kali pada tahun 1984.
Prinsip kerja X Window System menggunakan model komunikasi client-server. Dalam terminologi client-server ini, terminal user berperan sebagai "server", sedangkan program aplikasi berperan sebagai "client".
Komunikasi antara program "server" dan "client" bersifat transparan terhadap jaringan. Artinya kedua program tersebut bisa berada dalam satu mesin komputer namun bisa juga terpisah dalam suatu jaringan.
X Server adalah program yang bertugas untuk menangani cara menggambar window pada berbagai jenis hardware display. Program ini juga bertugas menangani input pengguna yang berasal dari pointing device (misalnya mouse) dan keybord
X Client adalah program aplikasi yang berjalan di atas X Server untuk melakukan tugas tertentu, misalnya OpenOffice, GIMP, dan sebagainya. Program-program ini tidak perlu tahu detail bagaimana menggambar sebuah garis di atas layar, tetapi hanya meminta X Server untuk melakukannya.
Oleh karena itulah pembuat program X Client tidak harus dipusingkan dengan detail pengaksesan hardware, dan pembuat program X Server tidak perlu menangani detail suatu aplikasi.
Jika Anda menggunakan X Window pada satu komputer maka konsep client-server ini tidak akan Anda rasakan. Lain halnya jika Anda berada dalam suatu jaringan komputer, maka program X Client tidak harus berada pada komputer Anda, melainkan dapat berada di komputer lain.
Window Manager adalah program X Client yang berfungsi untuk mengatur tampilan window aplikasi berbasis GUI, yang meliputi penempatan, bingkai, dan dekorasi. Contoh Window Manager yang populer yaitu Enlightenment yang dipakai di GNOME.
Istilah Desktop Environment mengacu kepada konsep Graphical User Interface (GUI). Desktop Environment ini menyediakan fitur-fitur seperti icons, windows, toolbar, folder, wallpaper serta kemampuan drag and drop.
Desktop Environment pada umumnya terdiri dari sebuah Window Manager, File Manager, sejumlah themes, dan program-program untuk mengatur desktop. Ada dua Desktop Environment yang sangat populer, yaitu KDE dan GNOME.
Artikel menarik lainnya...
Apakah Linux Itu ?
Linux adalah sebuah sistem operasi komputer yang mirip seperti UNIX, yang merupakan implementasi independen dari POSIX, meliputi true-multitasking, virtual memory, shared libraries, demand-loading, memory management yang baik dan multiuser.
Pada awalnya Linux merupakan proyek hobi yang dibuat oleh Linus Torvalds di Universitas Helsinki, Finlandia. Kemudian Linux dikembangkan dengan bantuan banyak programmer dan pakar UNIX di Internet. Nama Linux itu sendiri diambil dari nama depan penemunya yaitu Linus Torvalds.
Saat ini Linux telah berkembang menjadi sistem operasi yang lengkap, kompleks, stabil, dan secure (aman). Kelebihan yang dimiliki oleh Linux menyebabkan ia banyak digunakan baik untuk komputer kerja (desktop) maupun server, khususnya server internet dan intranet.
Linux didistribusikan di bawah lisensi GNU General Public License. Ini artinya kita bisa mendapatkan secara gratis dan disertai dengan source code-nya (baris-baris programnya). Bahkan lebih dari itu kita memodifikasi Linux sesuai dengan keperluan kita.
Linux dapat dipakai untuk berbagai keperluan, mulai dari pekerjaan sehari-hari, file server, database server, hingga Internet server. Linux bisa bekerja sendiri sebagai standalone PC maupun sebagai workstation yang saling bekerja sama dalam suatu jaringan komputer.
Aplikasi di Linux sangat beragam jenis dan fungsinya. Untuk aplikasi bisnis dan perkantoran terdapat OpenOffice yang setara dengan Microsoft Office. Untuk aplikasi grafis, terdapat GIMP yang setara dengan Adobe Photoshop, dan masih banyak lagi aplikasi yang berjalan di Linux.
Dukungan dari perusahaan-perusahaan hardware maupun software juga semakin membuat Linux berkembang dan mampu bersaing dengan sistem operasi yang telah ada selama ini. Beberapa vendor yang telah merilis aplikasinya yang berjalan di atas sistem operasi Linux antara lain Oracle, Lotus dan IBM.
Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh Linux antara lain :
Artikel menarik lainnya..
Pada awalnya Linux merupakan proyek hobi yang dibuat oleh Linus Torvalds di Universitas Helsinki, Finlandia. Kemudian Linux dikembangkan dengan bantuan banyak programmer dan pakar UNIX di Internet. Nama Linux itu sendiri diambil dari nama depan penemunya yaitu Linus Torvalds.
Saat ini Linux telah berkembang menjadi sistem operasi yang lengkap, kompleks, stabil, dan secure (aman). Kelebihan yang dimiliki oleh Linux menyebabkan ia banyak digunakan baik untuk komputer kerja (desktop) maupun server, khususnya server internet dan intranet.
Linux didistribusikan di bawah lisensi GNU General Public License. Ini artinya kita bisa mendapatkan secara gratis dan disertai dengan source code-nya (baris-baris programnya). Bahkan lebih dari itu kita memodifikasi Linux sesuai dengan keperluan kita.
Linux dapat dipakai untuk berbagai keperluan, mulai dari pekerjaan sehari-hari, file server, database server, hingga Internet server. Linux bisa bekerja sendiri sebagai standalone PC maupun sebagai workstation yang saling bekerja sama dalam suatu jaringan komputer.
Aplikasi di Linux sangat beragam jenis dan fungsinya. Untuk aplikasi bisnis dan perkantoran terdapat OpenOffice yang setara dengan Microsoft Office. Untuk aplikasi grafis, terdapat GIMP yang setara dengan Adobe Photoshop, dan masih banyak lagi aplikasi yang berjalan di Linux.
Dukungan dari perusahaan-perusahaan hardware maupun software juga semakin membuat Linux berkembang dan mampu bersaing dengan sistem operasi yang telah ada selama ini. Beberapa vendor yang telah merilis aplikasinya yang berjalan di atas sistem operasi Linux antara lain Oracle, Lotus dan IBM.
Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh Linux antara lain :
- Kecepatan operasi yang tinggi untuk spesifikasi komputer yang sama.
- Kehandalan yang tinggi, tidak sering hang walaupun menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan.
- Lebih tahan terhadap serangan virus.
- Aplikasi yang berjalan di Linux sangat banyak.
Artikel menarik lainnya..
Subscribe to:
Posts (Atom)